
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menggelar kegiatan Partners Talk dengan menghadirkan dua startup potensial, yaitu Tanduro dan Activemandarin.id. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membawa kedua startup tersebut memasuki proses inkubasi melalui program Idevation yang dikembangkan oleh PPIK UBL.
Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi santai namun produktif, di mana masing-masing startup memaparkan ide, produk, serta arah pengembangan bisnis yang sedang dijalankan. Melalui forum ini, PPIK memberikan ruang dialog sekaligus evaluasi awal guna melihat potensi inovasi dan kesiapan startup untuk berkembang lebih jauh.
Startup Tanduro menghadirkan solusi berbasis aplikasi navigasi dan pelestarian lingkungan, khususnya terkait pemetaan kawasan hutan dan kondisi lahan. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami kondisi lingkungan secara lebih mudah sekaligus mendukung upaya pelestarian alam melalui teknologi digital.
Sementara itu, Activemandarin.id merupakan startup di bidang pendidikan yang berfokus pada pembelajaran bahasa asing. Platform ini ditujukan bagi individu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri maupun membutuhkan kemampuan bahasa asing untuk kebutuhan akademik dan profesional di tingkat internasional.
Dalam diskusi tersebut, kedua startup dinilai memiliki potensi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui program Idevation, PPIK UBL berperan sebagai wadah pendampingan bagi startup untuk memperkuat pengembangan produk, model bisnis, serta membuka akses ke ekosistem bisnis yang lebih luas.
Pertemuan ini juga menjadi langkah awal menuju proses inkubasi yang lebih terstruktur agar layanan dan produk yang dikembangkan dapat tumbuh secara optimal dan berkelanjutan.