Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) menerima kunjungan dari Yayasan Boemi dan Kita (Boemikita.id) dalam rangka audiensi dan diskusi awal untuk menjajaki peluang kolaborasi di bidang inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Pertemuan berlangsung di Innovation Center Universitas Bandar Lampung pada Selasa, 10 Juni 2025.
Kunjungan ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan praktisi lingkungan untuk saling berbagi gagasan serta pengalaman dalam pengembangan solusi berbasis inovasi. Dalam sesi diskusi, tim Boemikita memaparkan pengalaman mereka dalam mengelola sampah bernilai rendah (low value waste) menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya tali rafia daur ulang yang telah dipasarkan pada sektor ritel dan pertanian di wilayah Sumatera.
Pihak PPIK UBL menyambut baik inisiatif tersebut dan melihat adanya peluang sinergi antara dunia akademik dan komunitas lingkungan, terutama dalam pengembangan riset terapan, edukasi kewirausahaan berbasis keberlanjutan, serta inovasi produk ramah lingkungan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran ide mengenai penguatan ekosistem inovasi yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.
Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi sosial memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang inkubasi ide yang mampu mempertemukan riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.
Dari sudut pandang pengembangan inovasi, pendekatan pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan contoh bagaimana isu lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi kreatif. Kolaborasi seperti ini dinilai relevan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Melalui pertemuan ini, PPIK UBL berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, serta pengembangan inovasi berbasis lingkungan di Lampung.
