
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) menyelenggarakan kegiatan Workshop Wirausaha (WOW) 2025 bertema “Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM: Desain Merek dan Kemasan” pada Kamis, 11 Desember 2025 di Co-Working Space Innovation Center UBL. Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital.
Workshop menghadirkan Ir. Harjono Saputro, M.T., dosen dan peneliti dari Pusat Studi Mekatronika dan Otomatisasi (PSMO) Universitas Bandar Lampung sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence serta praktik langsung penggunaan teknologi AI dalam pembuatan desain merek dan kemasan produk.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang masih dihadapi banyak UMKM, terutama dalam aspek branding dan kemasan produk yang berpengaruh besar terhadap persepsi konsumen dan nilai jual di pasar. Melalui pemanfaatan AI, proses desain kini dapat dilakukan secara lebih cepat, kreatif, dan efisien tanpa memerlukan kemampuan teknis desain yang kompleks.
Peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum mengikuti sesi workshop secara interaktif, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga praktik langsung menggunakan berbagai tools AI untuk menghasilkan identitas visual produk. Pendekatan praktik langsung menjadi fokus utama kegiatan agar peserta dapat langsung mengaplikasikan teknologi tersebut dalam bisnis atau proyek kewirausahaan masing-masing.
Dalam materi workshop dijelaskan bahwa AI tidak lagi menjadi teknologi eksklusif bagi perusahaan besar, melainkan telah menjadi alat strategis bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pemasaran digital, serta mengambil keputusan bisnis berbasis data. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha menciptakan konten promosi, desain visual, hingga analisis pasar secara lebih cepat dan terukur.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi praktik desain merek dan kemasan menggunakan platform berbasis AI, dilanjutkan dengan refleksi dan sharing hasil karya peserta. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha dan mahasiswa terhadap literasi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan industri digital.
Untuk kegiatannya bisa dilihat dalam video berikut: https://www.instagram.com/reel/DSHiK3vk_W2/?igsh=MXQ3bm9zejRwa3JyMw==
Menurut panitia penyelenggara Made Sera Wirantika, workshop ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir inovatif dalam berwirausaha.
“Pemanfaatan AI menjadi peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas. Ketika teknologi dapat diakses dengan mudah, kreativitas dan strategi bisnis menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha,” ungkap Sera.
Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan perubahan paradigma kewirausahaan modern, di mana teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis utama. Integrasi AI dalam branding dan pemasaran dinilai mampu membantu UMKM bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif.
Melalui Workshop Wirausaha (WOW) 2025, PPIK UBL menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem inovasi kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara strategis untuk menciptakan nilai tambah dan inovasi berkelanjutan.