Bandar Lampung – Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) mengikuti Zebra Accelerator Playbook Dissemination Event yang difasilitasi Instellar Impact sebagai upaya memperkuat program inkubasi startup dan ekosistem inovasi di Lampung. Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Februari 2026 di Hotel Horison Bandar Lampung ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi lembaga pendukung kewirausahaan untuk membangun program inkubasi yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Workshop ini diinisiasi oleh Instellar Impact, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem kewirausahaan berdampak (impact ecosystem builder) di Indonesia melalui program inkubasi, akselerasi, riset, serta penguatan kapasitas organisasi pendukung inovasi. Melalui pendekatan kolaboratif, Instellar mendorong lahirnya startup dan institusi yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, tim PPIK UBL bersama sejumlah Enterprise Support Organizations (ESO) lainnya mempelajari kerangka kerja Zebra Accelerator Playbook, sebuah panduan praktis dalam merancang dan menjalankan program inkubasi secara lebih sistematis. Peserta diajak memahami tahapan pengelolaan program mulai dari perencanaan pra-program, pelaksanaan inkubasi, hingga dukungan pasca-program agar keberlanjutan startup binaan dapat terjaga. Hari pertama kegiatan diisi dengan pemaparan konsep serta diskusi interaktif yang mendorong peserta untuk merefleksikan praktik kelembagaan masing-masing. PPIK UBL mengikuti setiap sesi secara aktif, berbagi pengalaman sekaligus mempelajari strategi baru dalam meningkatkan efektivitas pendampingan inovasi dan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Memasuki hari kedua, pembahasan berfokus pada penguatan operasional organisasi dan strategi keberlanjutan program. Peserta mengeksplorasi berbagai pendekatan seperti diversifikasi layanan inkubator, pengelolaan risiko finansial, hingga pemetaan pertumbuhan organisasi agar program inkubasi mampu berjalan secara konsisten dan memberikan dampak jangka panjang. Keikutsertaan PPIK UBL dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bandar Lampung dalam membangun ekosistem inovasi kampus yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat. Selain memperoleh wawasan baru, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat jaringan kewirausahaan di Provinsi Lampung.Melalui pembelajaran yang diperoleh dari Zebra Accelerator Playbook bersama Instellar Impact, PPIK UBL optimis dapat terus mengembangkan program inkubasi dan pendampingan startup mahasiswa yang lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
Wong Coco dan PPIK UBL Jajaki Kolaborasi Strategis melalui Partners Talk untuk Penguatan Inovasi dan Kewirausahaan
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar kegiatan Partners Talk bersama perusahaan industri makanan dan minuman Wong Coco sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog konstruktif dan inspiratif dengan fokus pada pengembangan inovasi, strategi bisnis, serta peluang sinergi berkelanjutan. Kegiatan Partners Talk menjadi ruang diskusi terbuka bagi kedua pihak untuk saling mengenal potensi kerja sama yang dapat dikembangkan, khususnya pada bidang inovasi, kewirausahaan, pendidikan, dan riset terapan. Dalam sesi tersebut, Wong Coco memaparkan profil perusahaan sekaligus komitmennya dalam mendorong inovasi di sektor makanan dan minuman, termasuk peluang kolaborasi pengembangan produk berbasis riset. Tim PPIK UBL turut mempresentasikan berbagai program unggulan yang telah dijalankan kampus dalam mendukung ekosistem inovasi dan kewirausahaan, mulai dari pembinaan startup mahasiswa, penguatan pendidikan kewirausahaan, hingga pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan industri. Diskusi ini membuka peluang integrasi antara keilmuan akademik dengan praktik industri secara nyata. Selain membahas strategi pengembangan brand dan model bisnis, kedua pihak juga mengeksplorasi peluang kerja sama yang mencakup kegiatan entrepreneurship, riset kolaboratif, program pendidikan, hingga inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berdampak bagi masyarakat. Perwakilan PPIK UBL yang saat itu diwakili oleh Ibu Risti Dwi Ramasari, ST., MH. menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi awal sinergi jangka panjang antara perguruan tinggi dan dunia industri. “Kami melihat potensi besar kolaborasi antara PPIK UBL dan Wong Coco, terutama dalam pengembangan inovasi produk, riset terapan, dan penguatan kewirausahaan berbasis kampus,” ungkap Ibu Risti. Melalui dialog yang berlangsung interaktif, PPIK UBL dan Wong Coco sepakat untuk melanjutkan komunikasi ke tahap kerja sama konkret guna mendorong inovasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia serta pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Kegiatan Partners Talk merupakan bagian dari PPIK UBL dalam memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan mitra strategis. Universitas Bandar Lampung terus berupaya menghadirkan ekosistem inovasi kampus yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Gelar Workshop Wirausaha “AI untuk UMKM”, Dorong Transformasi Digital Pelaku Usaha
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) menyelenggarakan kegiatan Workshop Wirausaha (WOW) 2025 bertema “Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM: Desain Merek dan Kemasan” pada Kamis, 11 Desember 2025 di Co-Working Space Innovation Center UBL. Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital. Workshop menghadirkan Ir. Harjono Saputro, M.T., dosen dan peneliti dari Pusat Studi Mekatronika dan Otomatisasi (PSMO) Universitas Bandar Lampung sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence serta praktik langsung penggunaan teknologi AI dalam pembuatan desain merek dan kemasan produk. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang masih dihadapi banyak UMKM, terutama dalam aspek branding dan kemasan produk yang berpengaruh besar terhadap persepsi konsumen dan nilai jual di pasar. Melalui pemanfaatan AI, proses desain kini dapat dilakukan secara lebih cepat, kreatif, dan efisien tanpa memerlukan kemampuan teknis desain yang kompleks. Peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum mengikuti sesi workshop secara interaktif, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga praktik langsung menggunakan berbagai tools AI untuk menghasilkan identitas visual produk. Pendekatan praktik langsung menjadi fokus utama kegiatan agar peserta dapat langsung mengaplikasikan teknologi tersebut dalam bisnis atau proyek kewirausahaan masing-masing. Dalam materi workshop dijelaskan bahwa AI tidak lagi menjadi teknologi eksklusif bagi perusahaan besar, melainkan telah menjadi alat strategis bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pemasaran digital, serta mengambil keputusan bisnis berbasis data. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha menciptakan konten promosi, desain visual, hingga analisis pasar secara lebih cepat dan terukur. Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi praktik desain merek dan kemasan menggunakan platform berbasis AI, dilanjutkan dengan refleksi dan sharing hasil karya peserta. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha dan mahasiswa terhadap literasi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan industri digital. Untuk kegiatannya bisa dilihat dalam video berikut: https://www.instagram.com/reel/DSHiK3vk_W2/?igsh=MXQ3bm9zejRwa3JyMw== Menurut panitia penyelenggara Made Sera Wirantika, workshop ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir inovatif dalam berwirausaha. “Pemanfaatan AI menjadi peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas. Ketika teknologi dapat diakses dengan mudah, kreativitas dan strategi bisnis menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha,” ungkap Sera. Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan perubahan paradigma kewirausahaan modern, di mana teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis utama. Integrasi AI dalam branding dan pemasaran dinilai mampu membantu UMKM bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif. Melalui Workshop Wirausaha (WOW) 2025, PPIK UBL menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem inovasi kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara strategis untuk menciptakan nilai tambah dan inovasi berkelanjutan.
Bertemu Dua Startup Potensial dalam Partners Talk, Dorong Inkubasi Inovasi Berbasis Dampak
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menggelar kegiatan Partners Talk dengan menghadirkan dua startup potensial, yaitu Tanduro dan Activemandarin.id. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membawa kedua startup tersebut memasuki proses inkubasi melalui program Idevation yang dikembangkan oleh PPIK UBL. Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi santai namun produktif, di mana masing-masing startup memaparkan ide, produk, serta arah pengembangan bisnis yang sedang dijalankan. Melalui forum ini, PPIK memberikan ruang dialog sekaligus evaluasi awal guna melihat potensi inovasi dan kesiapan startup untuk berkembang lebih jauh. Startup Tanduro menghadirkan solusi berbasis aplikasi navigasi dan pelestarian lingkungan, khususnya terkait pemetaan kawasan hutan dan kondisi lahan. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami kondisi lingkungan secara lebih mudah sekaligus mendukung upaya pelestarian alam melalui teknologi digital. Sementara itu, Activemandarin.id merupakan startup di bidang pendidikan yang berfokus pada pembelajaran bahasa asing. Platform ini ditujukan bagi individu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri maupun membutuhkan kemampuan bahasa asing untuk kebutuhan akademik dan profesional di tingkat internasional. Dalam diskusi tersebut, kedua startup dinilai memiliki potensi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui program Idevation, PPIK UBL berperan sebagai wadah pendampingan bagi startup untuk memperkuat pengembangan produk, model bisnis, serta membuka akses ke ekosistem bisnis yang lebih luas. Pertemuan ini juga menjadi langkah awal menuju proses inkubasi yang lebih terstruktur agar layanan dan produk yang dikembangkan dapat tumbuh secara optimal dan berkelanjutan.
PPIK UBL Gelar EnnoShare The Series, Bahas Kreativitas Arsitektur Digital Bersama Praktisi Nasional
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menghadirkan forum berbagi pengetahuan melalui kegiatan EnnoShare The Series bertema “Creativity in Digital Architecture” yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025 di Co-Working Space Innovation Center UBL. Kegiatan ini menghadirkan praktisi arsitektur digital nasional untuk memperkuat wawasan mahasiswa dan akademisi dalam menghadapi transformasi teknologi di bidang arsitektur. Pada kegiatan tersebut, PPIK UBL menghadirkan Ir. Ar. Stephanus Wirawan Dharmatanna, S.T., M.Ars., IAI, GP, dosen Arsitektur Universitas Kristen Petra sekaligus peneliti di bidang Computational Design, Building Information Modeling (BIM), dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam arsitektur. Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami bagaimana teknologi digital membuka peluang baru dalam proses perancangan, analisis, dan pengambilan keputusan desain arsitektur modern. Materi yang disampaikan menyoroti perubahan paradigma profesi arsitek di era digital, di mana pendekatan berbasis data dan teknologi komputasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas desain. Selain itu, narasumber juga berbagi pengalaman akademik dan profesionalnya dalam riset arsitektur digital serta keterlibatannya dalam berbagai forum nasional dan internasional. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif yang berlangsung sepanjang kegiatan. Mahasiswa dan peserta tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan teknologi, tetapi juga peluang karier, tantangan adaptasi digital, serta pentingnya kreativitas sebagai fondasi utama inovasi di era transformasi teknologi. Kepala Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan UBL menyampaikan bahwa kegiatan EnnoShare merupakan bagian dari strategi kampus dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. “Melalui EnnoShare The Series, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan industri dan teknologi global. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga perspektif langsung dari praktisi yang aktif mendorong transformasi digital di bidangnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa PPIK UBL terus berkomitmen menghadirkan program yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri kreatif dan teknologi masa depan. EnnoShare The Series sendiri merupakan program berbagi inspirasi yang secara rutin diselenggarakan oleh PPIK UBL sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Program ini menjadi salah satu upaya Universitas Bandar Lampung dalam memperkuat ekosistem inovasi kampus sekaligus mendorong lahirnya generasi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Untuk kegiatannya bisa dilihat dalam video berikut: https://www.instagram.com/reel/DQI_RLPkY2C/?igsh=MXU2dndvemV3ZnQ4Zg== Melalui kegiatan ini, PPIK UBL berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan profesi di era digital serta mampu menghasilkan karya inovatif yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan arsitektur dan industri kreatif di Indonesia.
Gelar EnnoShare The Series Bahas Peran AI dalam Pelestarian Bahasa Daerah
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan kegiatan EnnoShare The Series dengan tema “Artificial Intelligence (AI) untuk Pelestarian Bahasa Daerah”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 24 September 2025 dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa Universitas Bandar Lampung. Kegiatan menghadirkan Dr. Eng. Ir. Yuyun, M.T., Senior Researcher dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama yang membahas bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan zaman dan berkurangnya penggunaan oleh generasi muda. Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence membuka peluang baru untuk mendokumentasikan, menerjemahkan, hingga mengembangkan aplikasi pembelajaran bahasa secara digital dan lebih mudah diakses masyarakat. Melalui forum EnnoShare, peserta diajak memahami bahwa pelestarian bahasa tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang inovasi teknologi dan peluang kewirausahaan baru. Pemanfaatan AI memungkinkan lahirnya produk kreatif seperti aplikasi pembelajaran bahasa lokal, kamus digital, hingga teknologi pengenalan suara berbasis bahasa daerah. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi sharing dan diskusi yang membahas langkah awal pelestarian bahasa berbasis teknologi, strategi pengembangan inovasi digital, serta peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya dengan pendekatan modern. Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu identik dengan modernisasi yang menghapus tradisi. Sebaliknya, AI justru dapat menjadi alat untuk menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan relevan di era digital. Pendekatan seperti ini dinilai penting karena generasi muda cenderung lebih mudah terhubung dengan budaya melalui teknologi yang mereka gunakan sehari-hari. Melalui EnnoShare The Series, PPIK UBL terus mendorong lahirnya inovator muda yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan budaya bangsa.
Perkuat Kepemimpinan Tim, Akademi Inovasi 4 UBL Gelar Outbound “Habitat Heroes” di Villa Merah
Bandar Lampung — Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung kembali menghadirkan kegiatan pengembangan kapasitas peserta melalui Outbound Akademi Inovasi UBL Batch IV – Habitat Heroes, yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 April 2025 di Villa Merah, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi rangkaian terbaru dalam program Akademi Inovasi 4 (AI4) yang berfokus pada penguatan karakter kepemimpinan, identitas tim, serta kolaborasi antar peserta. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Bandar Lampung, Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T, yang menyampaikan pentingnya membangun tim solid sebagai fondasi utama lahirnya inovasi. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak keluar dari zona nyaman melalui berbagai tantangan kelompok yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan, komunikasi efektif, dan kerja sama tim. Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, diwarnai semangat kebersamaan serta interaksi aktif antar peserta. Outbound ini merupakan bagian dari pendalaman materi Team Identity, yaitu tahap penting dalam perjalanan Akademi Inovasi di mana setiap tim mulai membangun struktur organisasi internal. Melalui sesi ini, peserta menentukan peran strategis dalam tim, meliputi Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Operating Officer (COO), Chief Marketing Officer (CMO), Chief Product Officer (CPO), dan Chief Technology Officer (CTO). Tidak sekadar aktivitas permainan, outbound dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata yang menekankan praktik kepemimpinan dan kolaborasi langsung di lapangan. Peserta belajar bagaimana mengambil keputusan bersama, menyelesaikan tantangan secara kolektif, serta memahami peran masing-masing dalam mencapai tujuan tim. Sepanjang kegiatan, energi positif terlihat dari kekompakan peserta yang saling mendukung dalam setiap tantangan. Tawa, diskusi, dan semangat kompetitif sehat menjadi warna tersendiri yang memperkuat ikatan antar anggota tim. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan dalam Akademi Inovasi UBL, di mana proses pembentukan inovator tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membangun karakter dan mental kolaboratif. Melalui outbound “Habitat Heroes” ini, peserta diharapkan mampu membangun fondasi tim yang kuat, karena inovasi yang berdampak besar selalu lahir dari kerja sama yang solid. PPIK UBL juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mengikuti perkembangan kegiatan Akademi Inovasi Batch IV melalui berbagai program lanjutan yang akan hadir dalam rangkaian AI4. UBL Ennovate — Yes We Can!
Kick-Off Akademi Inovasi 4 UBL Resmi Dibuka, Angkat Tema “Habitat Heroes”
Bandar Lampung — Universitas Bandar Lampung (UBL) secara resmi membuka kegiatan Kick-Off Akademi Inovasi Batch 4 yang mengusung tema “Habitat Heroes” pada Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pengembangan inovasi dan kewirausahaan mahasiswa yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) UBL. Acara pembukaan berlangsung dengan penuh antusias dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Bandar Lampung, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., CEng., MIMechE, IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Akademi Inovasi, mulai dari mahasiswa peserta, tim PPIK, unit MBKM, para coach dan mentor, hingga fakultas dan program studi di lingkungan UBL. Menurutnya, Akademi Inovasi merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. “Program ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi dan jiwa kewirausahaan yang berdampak,” ujarnya. Tema “Habitat Heroes” diangkat sebagai bentuk dorongan kepada peserta agar mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan sosial dan lingkungan. Melalui tema ini, mahasiswa diajak untuk berperan aktif menciptakan inovasi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan Kick-Off juga diisi dengan pemaparan visi dan arah pelaksanaan Akademi Inovasi oleh Jamaludin, S.Ars., M.T, yang menjelaskan tujuan program sebagai ruang pembelajaran berbasis praktik (project-based learning) bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide inovasi dan kewirausahaan. Pelaksanaan Akademi Inovasi Batch 4 tahun ini turut melibatkan kolaborasi lintas unit di Universitas Bandar Lampung, termasuk MBKM UBL, LPPM UBL, dan SDGs UBL, sebagai bentuk penguatan ekosistem inovasi kampus secara terintegrasi. Melalui kegiatan Kick-Off ini, para peserta secara resmi memulai perjalanan mereka dalam program Akademi Inovasi, yang diharapkan mampu melahirkan inovator muda serta solusi kreatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan ditutup dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama untuk menjadikan Akademi Inovasi sebagai ruang tumbuh bagi generasi inovator UBL di masa depan.
Senior Expert PUM Netherlands Dampingi UMKM Lampung Menuju Pasar Global melalui Kolaborasi Akademik dan Industri
Bandar Lampung — Upaya penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung mendapatkan dorongan baru melalui kunjungan Senior Expert dari PUM Netherlands yang difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kolaborasi internasional yang bertujuan menghubungkan keilmuan akademik dengan kebutuhan nyata pelaku usaha lokal. Dalam agenda pendampingan lapangan, Senior Expert PUM bersama tim PPIK UBL melakukan kunjungan ke Rumah BUMN Bandar Lampung untuk berdialog langsung dengan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari produk makanan olahan, kerajinan kreatif, hingga bisnis berbasis layanan digital. Pertemuan berlangsung interaktif, dengan fokus pada tantangan riil yang dihadapi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Kegiatan ini tidak hanya berupa sesi konsultasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi, praktisi internasional, dan pelaku industri lokal. Para pelaku UMKM memperoleh pemahaman baru mengenai strategi pengembangan bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar global. Dalam sesi diskusi, Senior Expert PUM menekankan bahwa keberhasilan UMKM untuk masuk ke pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun sistem bisnis yang berkelanjutan. Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian meliputi standardisasi produk, konsistensi kualitas, penguatan identitas merek, serta kesiapan manajemen operasional. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi berbasis kebutuhan konsumen global. Adaptasi terhadap tren keberlanjutan (sustainability) dan penggunaan teknologi digital dinilai menjadi faktor kunci agar produk lokal mampu bersaing secara internasional. Diskusi juga menyoroti strategi ekspansi pasar luar negeri melalui pendekatan bertahap, dimulai dari penguatan pasar domestik, peningkatan kapasitas produksi, hingga pemanfaatan platform digital sebagai jalur distribusi global. Pendekatan ini dinilai relevan bagi UMKM yang sedang berada pada tahap pertumbuhan menuju skala usaha yang lebih besar. Ke depan, hasil pendampingan ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program inkubasi bisnis, pelatihan lanjutan, serta pengembangan jejaring internasional bagi UMKM binaan. Dengan demikian, kolaborasi antara UBL dan PUM Netherlands tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi regional.
Senior Expert PUM Netherlands Dorong Penguatan Pembelajaran Inovasi dan Entrepreneurship di Universitas Bandar Lampung
Bandar Lampung — Upaya penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung mendapatkan dorongan baru melalui kunjungan Senior Expert dari PUM Netherlands yang difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kolaborasi internasional yang bertujuan menghubungkan keilmuan akademik dengan kebutuhan nyata pelaku usaha lokal. Dalam agenda pendampingan lapangan, Senior Expert PUM bersama tim PPIK UBL melakukan kunjungan ke Rumah BUMN Bandar Lampung untuk berdialog langsung dengan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari produk makanan olahan, kerajinan kreatif, hingga bisnis berbasis layanan digital. Pertemuan berlangsung interaktif, dengan fokus pada tantangan riil yang dihadapi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Kegiatan ini tidak hanya berupa sesi konsultasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi, praktisi internasional, dan pelaku industri lokal. Para pelaku UMKM memperoleh pemahaman baru mengenai strategi pengembangan bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar global. Dalam sesi diskusi, Senior Expert PUM menekankan bahwa keberhasilan UMKM untuk masuk ke pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun sistem bisnis yang berkelanjutan. Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian meliputi standardisasi produk, konsistensi kualitas, penguatan identitas merek, serta kesiapan manajemen operasional. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi berbasis kebutuhan konsumen global. Adaptasi terhadap tren keberlanjutan (sustainability) dan penggunaan teknologi digital dinilai menjadi faktor kunci agar produk lokal mampu bersaing secara internasional. Diskusi juga menyoroti strategi ekspansi pasar luar negeri melalui pendekatan bertahap, dimulai dari penguatan pasar domestik, peningkatan kapasitas produksi, hingga pemanfaatan platform digital sebagai jalur distribusi global. Pendekatan ini dinilai relevan bagi UMKM yang sedang berada pada tahap pertumbuhan menuju skala usaha yang lebih besar. Ke depan, hasil pendampingan ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program inkubasi bisnis, pelatihan lanjutan, serta pengembangan jejaring internasional bagi UMKM binaan. Dengan demikian, kolaborasi antara UBL dan PUM Netherlands tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi regional.